Ayo, Berguru Personal Branding dari Nikita Mirzani

 
Barangkali salah satu sosok yang menurut saya sukses membangun personal brand dan menempel kuat di benak pikiran banyak orang adalah Nikita Mirzani. Saya tidak membahas terkait aspek lain, selain bagaimana sosok ini bisa mengisi dan melekat di benak jutaan orang Indonesia. Sementara ada ratusan ribu orang pintar yang tidak diingat bahkan tidak diketahui mayoritas masyarakat Indonesia.

Apa yang bisa kita pelajari dari sosok kontroversial ini?

Salah satu prinsip dasar dari personal branding jadilah berbeda. Anda harus memiliki sebuah kategori dalam pikiran banyak orang dan apa yang Anda lakukan menyentuh sisi emosional orang lain. Nikita Mirzani hadir sebagai sosok kontroversial, sering terlibat konflik. Ucapannya sering membuat orang yang menyaksikan dramanya. Menarik nafas panjang dan menjadikan pembicaraan. Namun uniknya meskipun, terkesan sebagai sosok antogonis, pada kesempatan lain ia menunjukkan sebagai pribadi yang murah hati, penolong orang lemah. 

Tentu hal yang bisa kita pelajari dari sosok sang nyai adalah, dalam mengembangkan personal brand kita harus mampu menampilkan diri secara berbeda di dalam benak banyak orang. Entah dengan menetapkan bidang kepakaran yang unik. Alih-alih memilih pakar pertanian, kenapa tidak menjadi seorang pakar komunikasi tanaman, atau pakar relasi alam bawah sadar. Ketika muncul dengan kepakaran yang unik, sudah akan menciptakan efek benturan kecil di benak banyak orang.

Ini diperkuat dengan cara menampilkan diri. Penampilan yang unik. Gaya bicara yang menghipnotis. Tidak datar. Mampu membangkitkan rasa kagum, marah, sedih, emosi. Ingat kehadiran tanpa efek afektif tidak layak masuk dalam benak penonton. Ini akan lebih kuat jika Anda mampu menyampaikan informasi yang bertentangan dengan common sense.

Lalu seperti halnya Nikita Mirzani, ledakkan brandnya tidak bersumber dari media mainstrem atau televisi, melainkan media sosial, terutama Instagram. Ia mengangkat isu, menyenggol seseorang yang dirasa mengganggunya, atau memberikan komentar hal yang lagi hot melalui media sosial pribadinya. Ia lemparkan fakta agak lain. Penontonnya kaget dan tidak percaya. Namun kemudian, terbukti benar! Terjadi benturan mental. Terciptalah drama yang menguras emosi penonton. Sehingga para audiens dengan senang hati menyebarkan videonya, membuat konten ulasan atau respon, sehingga profil sang nyai semakin viral.

Tentu hal yang sama bisa kita lakukan. Manfaatkan media sosial. Sampaikan informasi bertentangan. Ciptakan benturan mental. Suntikkan sedikit kontroversial namun berdasarkan fakta. Misalnya Anda bisa menyampaikan bahwa tanaman mampu merasakan kesedihan tuannya. Jelas ini hal aneh. Lalu ketika penonton Anda membuktikan kebenarannya, maka konten Anda menjadi viral dan persona Anda meledak.

Jadi, ingin memasarkan personal branding? Tidak ada salahnya berguru kepada Nikita Mirzani.

No comments:

Post a Comment