Showing posts with label Branding. Show all posts
Showing posts with label Branding. Show all posts

Kalimat Pertamamu Adalah Personal Branding

 Personal branding bukan hanya soal logo atau warna profil. Personal branding juga terbentuk dari cara seseorang menulis. Terutama kalimat pertama di bio, di email, di caption, bahkan di chat profesional.

Siapa pun yang ingin dikenal dengan kesan tertentu butuh personal branding. Mahasiswa, pekerja lepas, karyawan, atau kreator. Semua bisa membentuknya lewat kata-kata.

Seorang mahasiswa bisa menulis, “Sedang belajar menulis, membaca manusia, dan menjadi lebih peka pada dunia,” untuk menunjukkan bahwa ia reflektif dan sedang tumbuh. Seorang karyawan bisa menulis, “Spesialis pemasaran digital dengan fokus pada strategi konten dan pertumbuhan organik,” agar terlihat profesional dan terarah. Seorang kreator bisa menulis, “Menggambar kata dan menulis warna,” untuk menunjukkan bahwa ia kreatif dan artistik. Gaya bahasa, pilihan diksi, dan struktur kalimat semuanya memberi kesan yang membentuk citra. Dan itulah yang disebut personal branding dalam tulisan.

Kebutuhan akan personal branding makin tinggi sejak aktivitas profesional berpindah ke ruang digital. Tulisan jadi pintu pertama untuk dikenal. Satu kalimat bisa jadi penentu kesan orang terhadap kita.

Personal branding bisa dibangun di mana saja. Di LinkedIn, Instagram, CV, portofolio, atau personal blog. Setiap tempat butuh gaya menulis yang sesuai, tapi tetap konsisten dalam citra yang dibentuk.

Mengapa tulisan penting? Karena kata-kata membentuk persepsi. Gaya menulis menunjukkan cara berpikir. Pilihan diksi bisa memunculkan kesan: hangat, kaku, berwibawa, atau santai.

Cara membangun personal branding lewat tulisan bisa dimulai dari tiga langkah. Pertama, tentukan peran atau nilai utama yang ingin ditampilkan. Kedua, tulis dengan gaya bahasa yang sesuai dan berkarakter. Ketiga, buat kalimat pembuka yang kuat karena di sanalah orang pertama kali membaca (dan menilai).

Personal branding bukan tentang memoles. Tapi tentang mengenali, lalu menyampaikan dirimu dengan jujur dan jelas. Dan semua itu dimulai dari satu kalimat pertama yang kamu pilih.

Tulis Sekaligus Tampil: Bangun Personal Branding Lewat Kata

Personal branding adalah cara seseorang membentuk citra diri yang konsisten dan kuat, terutama di ruang digital. Ini penting karena orang lebih dulu membaca tulisanmu sebelum mengenalmu secara langsung.

Personal branding dibutuhkan oleh siapa pun yang ingin dikenali secara profesional, pekerja, pelajar, kreator, sampai wirausaha. Semuanya perlu menampilkan versi terbaik dari dirinya di media sosial, portofolio, atau CV.

Kebutuhan ini makin terasa sejak komunikasi banyak berpindah ke dunia online. Tulisan jadi media utama untuk memperkenalkan siapa diri kita, apa yang kita kuasai, dan apa yang kita perjuangkan.

Personal branding muncul di mana saja: bio Instagram, profil LinkedIn, thread X, deskripsi di CV, bahkan email. Semuanya saling terhubung dan membentuk satu kesan yang utuh.

Alasannya sederhana: tulisan meninggalkan jejak. Cara kamu menulis mencerminkan cara berpikir, cara kerja, dan cara berkomunikasi. Orang akan lebih percaya jika tulisanmu jujur, rapi, dan punya gaya yang konsisten.

Cara membangunnya dimulai dari menentukan citra seperti apa yang ingin ditampilkan. Setelah itu, gunakan gaya bahasa yang sesuai—serius, hangat, profesional, atau santai. Hindari frasa umum seperti “saya pekerja keras”, dan ganti dengan kalimat yang konkret. Gunakan struktur yang ringan dibaca, tapi tetap padat isi. Tambahkan cerita kecil yang relevan untuk memberi kesan personal.

Personal branding bukan soal pamer, tapi soal menunjukkan jati diri lewat kata. Kalau kamu bisa menulis dengan jelas, orang akan lebih mudah mengingat siapa kamu.

Kesan Pertama di Timeline: Menulis untuk Personal Branding yang Nempel

Di era digital, kesan pertama bukan lagi dari jabatan atau penampilan. Tapi dari tulisan. Satu bio, satu takarir, atau satu komentar bisa langsung membentuk citra diri. Maka, personal branding bukan sekadar tentang siapa kita, tapi tentang bagaimana kita menuliskannya.

Personal branding sangat dibutuhkan oleh siapa pun yang ingin dikenali secara profesional maupun personal. Kreator, pekerja, mahasiswa, bahkan aktivis komunitas, semua dihadapkan pada situasi di mana tulisan mereka menjadi pintu pertama untuk dinilai. Dan kesan pertama itu terjadi dalam hitungan detik.

Fenomena ini makin terasa sejak media sosial jadi sarana utama komunikasi dan ekspresi. Di LinkedIn, Twitter (X), atau Instagram, banyak orang dinilai dari caranya menulis bio, berbagi pendapat, atau merespons isu. Kapanpun seseorang membuka profilmu, tulisan adalah hal pertama yang mereka lihat dan simpulkan.

Tulisan yang baik untuk personal branding bukan soal panjang atau puitis. Tapi soal tepat. Di mana menulis secara konsisten, sadar tujuan, dan punya sudut pandang yang khas bisa membentuk persepsi yang kuat. Ini berlaku di mana pun kamu menulis: CV, blog, takarir, atau email.

Untuk itu, ada beberapa trik menulis yang bisa dipakai. Pertama, tentukan dulu satu hal utama yang ingin dikenal dari dirimu. Lalu gunakan diksi yang mencerminkan bidang atau minat tersebut. Kedua, tampilkan suara personalmu, kamu bisa ramah, tegas, jenaka, atau reflektif—asal konsisten. Ketiga, singkirkan kalimat klise. Gunakan contoh konkret dan gaya bahasa yang hidup. Keempat, buat kalimat pembuka yang “nempel” entah itu di bio, thread, atau headline. Kesan pertama dibentuk dari kalimat pertama.

Personal branding bukan tentang pencitraan, tapi tentang menyampaikan siapa kita dengan jelas dan jujur. Dan menulis jadi alat paling sederhana sekaligus paling kuat. Karena di dunia yang sibuk, tulisan kita bisa jadi satu-satunya kesempatan untuk dikenang.

Rahasia Menulis Opini dan Tembus Media Massa


Untuk membuat tulisan opini maka Anda harus memiliki kemampuan membuat tulisan yang bersifat argumentasi, dimana Anda memiliki sebuah pandangan yang ingin Anda pertahankan. Apalagi jika Anda ingin menguggah pandangan yang tengah berkembang di tengah-tengah masyarakat. Misalkan Anda memiliki pandangan bahwa “Indonesia seharusnya menjadi negara superpower”, dan ini tentu bertolak belakang pada kenyataan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang morat marit. Maka ketika akan menuangkannya ke dalam tulisan maka anda akan berusaha menunjukkan bagaimana pandangan Anda itu benar.

Mengapa tulisan demikian akan lebih berbobot karena tulisan tersebut menunjukkan posisi Anda, cara pandangan Anda terhadap sebuah persoalan yang dihadapi manusia. Sekaligus menunjukkan bagaimana kemampuan Anda mengembangkan argumentasi berdasarkan fakta-fakta yang mungkin Anda ketahui dan tidak ketahui banyak orang. Serta menunjukkan kemampuan Anda melakukan analisa mendalam.

Buatkan tesis Anda

Langkah pertama tentunya dengan membuat tesis (pandangan )yang ingin Anda pertahannya dalam tulisan Anda. Pandangan ini biasanya akan Anda munculkan di pendahuluan tulisan Anda atau pada alinea awal.

Cara mudah untuk menentukan tesis atau pandangan adalah dengna terlebih dahulu mengajukan pertanyaan yang ingin dijawab. Tentunya adalah pertanyaan yang bersifat filsafat dan bukan pertanyaan yang sebetulnya dijawab oleh penelitian ilmiah. Misalnya “Apakah penerapan teknologi cloning bisa diterima secara moral?, merupakan pertanyaan filsafat dan bukannya “ Apakah cloning terhadap manusia mungkin dilakukan dengan menggunakan jaringan rambu? Karena pertanyaan ini lebih mungkin dijawab melalui sebuah proses penelitian.

Ada beberapa kriteri tesis yang baik:

Pertama ini bersifat spesifik dan menunjukkan posisi Anda. Pertanyannya adalah apakah aborsi bisa diterima secara moral Misalnya “Menurut pandangan saya bahwa dalam bentuk janin seseorang sudah memiliki hak untuk hidup sehingga aborsi adalah tindakan yang tidak bisa diterima secara moral. Disini jelas secara spesifik anda menujukkan ketidaktidaksetujuan dengan aborsi dan argumennya. Sedangkan contoh tesis yang kurang baik misalnya saja “ Saya akan mendiskusikan beberapa bentuk ketidaksetujuan terhadap relavisme moral” namun Anda tidak menujukkan apakah anda setuju atau tidak dengan relavisme moral.

Kedua, Tesis dan pandangan yang ini anda pertahannya sesuai dengan target tulisan yang ingin anda tulis. Jadi jika ingin membuat tulisan berupa artikel 10 lembar barangkali terlalu singkat jika tesis yang ingin yang ada pertahankan adalah “Kebenaran empirisme adalah sesuatu yang mustahil”. Karena untuk mempertahankan tesis ini anda barangkali harus membuat buku ratusan lembar. Akan lebih baik jika Anda memilih sebuah ulasan tentang “apakah etanasian secara sukarela dapat diterima secara moral?”.

Ketiga, tesis yang dipertahankan merupakan pandangan yang menimbulkan pro dan kontra Misalnya “ Membiarkan orang mati kelaparan adalah tindakan yang tidak bermoral” adalah sebuah tesis yang kurang menarik untuk diperbahas karena semua orang sepakat bahwa hal tersebut negative. Mungkin akan lebih menarik jika tesisnya berupa“ Mengorbankan sekelompok masyarkat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas merupakan tindakan yang tidak etis”.

Setelah jelas tesis Anda maka susunlah pandangan anda tersebut disertai dengan argument pendukungnya. Artinya anda harus menunjukkan alasan mengapa anda setujua dengan pendapat tersebut. Misalnya anda memiliki pandangan Aborsi adalah tindakan bermoral dengan argument karena pada janin adalah juga manusia yang memiliki hak untuk hidup.

Setelah Anda telah memiliki sebuah tesis dan sebuah argument yang mendukungnya mulailah menyusun tulisan Anda. Misalkan tesis Anda Aborsi adalah sebuah tindakan yang tidak bermoral. Maka yang perlu anda lakukan mempertahankan tesis Anda, dan argument anda perlu juga Anda perkuat. Jika argument anda adalah bahwa janin juga merupakan manusia yang telah memiliki hak. Maka inipun perlu anda dukung dengan berbagai data-data ilmiah tentang mengapa janin sudah dapat dikatakan sebagai manusia.

Demikian halnya dengan pandangan Anda bahwa hak hidup adalah sesuatu yang melekat pada kehidupan manusia. Maka anda juga perlu mendukung pandangan ini dengan berbagai kutipan, atau sebuah argument. Intinya ketika anda membeberkan tesis anda maka anda memiliki posisi yang kuat.

Mulai membangun tulisan
Untuk langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan brainstorming dan research. Brainstroming adalah anda mencoba memikirnak masalah yang Anda bahas dan benarkan Anda yakin dengan tesis Anda? Atau apa saja yang muncuk ketika anda coba memikirkan topic yang akan anda bahas. Setelah itu tuliskan hal tersebut.

Sedangkan research adalah bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau pandangan yang terkait dengan topic yang akan anda kembangkan. Anda bisa mengutip dari hasil-hasl penelitian atau dari pandangan-padangan yang bersifat filosofi, untuk mendukung dasar argument anda.

Setelah itu mulaiha membangun tulisan Anda, dimana tulisan filsafat terdiri dari 3 bagian yakni, pembukaan, badan dan penutup.

Bagian pembukaan merupakan pengantar terhadap topic yang akan Anda bahas. Tujuannya untuk memudahkan pembaca untuk memahami tulisan Anda selanjutnya. Adapun termasuk pada bagian ini tesis yang ingin Anda pertahankan. Serta menjelaskan mengapa permasalahan dan tesis Anda perlu untuk dibahas lebih lanjut

Saya coba mengulas tentang aborsi yang menjadi polemic akhir-akhir ini. Apakah aborsi boleh dilakukan dengan tujuan praktis atau tidak. Namun menyangkut persoalan tersebut ini saya berada pada kubu yang menolak legalitas aborsi. Karerna hal tersebut menyangkut penghormatan hak manusia yang belum mampu berkomunikasi kepada kita…

Sedangkan untuk bagian badan tulisan berisikah hal-hal antara lain (1) pandangan-pandangan anda, konsep maupun terhadap topic yang ingi diskusikan, (2) argument anda terkait dengan tesis yang ingin anda pertahankan (3) Kritik atau pandangan yang bertilak belakang dengan pandangan anda serta respon Anda terhadap hal tersebut.

PAda masimg-masing alinea sebaiknya hanya memunculkan sebuah ide atau sekumpulan ide yang berkaitan. Sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pandangan dan argument anda secara bertahap. Dimana setiap badan paragraph adalah sebuah langkah

Sedangkan pada bagian kesimpulan Anda menekankan kembali tesis dan argument anda namun jangan seperti mengcopy kata-kata Anda di bagian pendahuluan. Pada bagian ini Anda berusaha melakukan usaha terakhir untuk meyakinkan pembaca anda bahwa pendapat Anda cukup masuk akal untuk diterima karena memiliki landasan argument yang logis. Disamping itu andapun dapat menambahkan bagian ini dengan keterbatasan argument atau implikasi yang mungkin jika pandangan Anda diteruma secara luas.

Menulis Opini sebagai Strategi Memasarkan Diri

 

Tahukah Anda, menulis opini bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi sarana strategis membangun personal brand. Di era digital yang serba terbuka, opini yang dipublikasikan di media massa atau platform daring menjadi salah satu bentuk representasi diri yang paling kuat. Melalui tulisan, seseorang dapat dikenali dari cara berpikirnya, sudut pandangnya terhadap isu tertentu, hingga nilai-nilai yang ia perjuangkan.

Opini memiliki kekuatan karena sifatnya yang reflektif dan argumentatif. Berbeda dengan unggahan singkat di media sosial, opini dinilai sebagai bentuk komunikasi yang lebih mendalam dan terstruktur. Di mata pembaca, opini menunjukkan bahwa penulisnya mampu berpikir kritis, memahami konteks, dan menyampaikan gagasan secara meyakinkan. Inilah yang kemudian menjadi nilai jual dalam membentuk citra diri yaitu, opini menciptakan kesan kompeten, berpihak, dan konsisten dalam berpikir.

Hal lain mengapa menulis opini di media massa bisa menjadi ajang memasarkan diri secara efektif karena jangkauan pembacanya luas dan beragam. Media massa seperti Tempo memiliki segmentasi pembaca yang tidak hanya berasal dari kalangan umum, tetapi juga dari kalangan profesional, pengambil kebijakan, dan akademisi dengan jumlah kunjungan ribuah orang setiap hari.

Opini juga memiliki umur baca yang lebih panjang dibanding komentar singkat di media sosial. Tulisan yang berisi pemikiran matang kerap dibaca ulang, disimpan, atau bahkan dibagikan ulang oleh orang lain. Di sinilah kekuatan personal branding bekerja secara tidak langsung namun efektif. Nama penulis melekat dengan kualitas dan posisi pemikirannya. Semakin sering menulis, semakin konsisten karakter yang terbentuk di hadapan publik.

Banyak tokoh publik yang berhasil memasarkan diri melalui opini. Rocky Gerung, yang awalnya dikenal sebagai dosen filsafat, tetapi kemudian dikenal luas karena tulisan dan pemikirannya di media. Goenawan Mohamad, dengan esai-esai pendeknya yang konsisten di Catatan Pinggir, efektif membangun citra intelektual yang khas dan berpengaruh.

Namun tidak semua media memiliki dampak yang sama dalam proses pemasaran diri. Media yang memiliki kredibilitas tinggi, pembaca setia, dan jaringan distribusi luas tentu akan lebih efektif. Tulisan opini yang dimuat di media yang memiliki redaksi ketat biasanya memberi kesan bahwa tulisan tersebut lolos kurasi, dan ini menambah nilai pada citra penulis. Sebaliknya, tulisan di media yang terlalu terbuka tanpa penyuntingan justru bisa mengaburkan kualitas pesan yang ingin disampaikan.

Jadi jika Anda mendapatkan pengakuan secara luas sebagai sosok intelektual atau pakar maka jadilah seorang penulis opini.  Karya Anda akan bekerja secara halus membangun reputasi dan memasarkan diri Anda (AN).

Mengapa Pejabat Publik Terlihat Konyol Saat Menghadapi Jurnalist?

Baru-baru pejabat publik menjadi sorotan karena memberikan komentar yang dianggap tidak etis menanggapi adanya ancaman terhadap media tertentu. Sang petinggi tersebut menyarankan untuk memasak kepala babi yang ditujukan kepada salah satu wartawan media terkemuka. Kasus-kasus sedemikian sudah sering terjadi, apalagi pada pejabat daerah.

Lalu mengapa para pejabat publik tersebut sering tergopoh-gopoh menghadapi awak media?

Pertama, karena masalah kompetensi. Jika seorang pejabat membaca pidato atau berbicara dihadapan staf atau juga masyarakat, umumnya apa yang disampaikan sudah dipersiapkan, sementara dalam rapat dengan bawahan, umumnya bersifat satu arah. Berbeda ketika menghadapi wartawan khususnya dari media nasional, maka pertanyaannya bisa melebar atau sangat kritis. Jika ia adalah pemimpin karbitan maka akan banyak jawabannya terdengar konyol. Pasalnya pada momen door stop ia harus bersuara.

Kedua, menggambarkan mindset. Ada banyak pimpinan yang memiliki prilaku yang buruk. Entah itu angkuh, menganggap dirinya smart atau berbeda dari masyarakat kebanyakan, maka dalam sebuah diskusi yang menohok akan membangkitkan egonya. Kondisi emosional membuat seorang pejabat sulit menutupi karakter pribadi yang sesungguhnya. Maka kita sering menyaksikan perilaku konyol dari para pungawa, mulai dari kata-kata makian, amarah dan lain-lain.

Jadi bagaimana seharusnya seorang pejabat menghadapi awak media?

Tentu saran terbaik adalah banyaklah membaca, perluas pengetahuan dan ubahlah mindset bahwa pejabat sesungguhnya suruhan masyarakat, bukan raja atau pangeran. Saran berikutnya latihlah cara berkomunikasi yang baik. Seorang pejabat harus memahami tentang pemilihan bahasa dan mampu memperkirakan kesan yang muncul di benak pendengar dari setiap kata yang ia ucapkan. Biasakan untuk menggunakan kata-kata santun, serta penyampaian yang lugas dan sistematis.

Ini semua membutuhkan proses belajar.  Kabar buruknya, pejabat karbitan akan kesulitan menguasai hal itu dalam waktu singkat. Ujung-ujungnya tetap  menjadi santapan para awak media.

Trik Agar Anda Tidak Terkenal (Bagi Para Akademisi atau Praktisi)

Tentu banyak orang Indonesia yang memiliki jiwa anti kemapanan. Lalu mereka berharap tidak terkenal, tidak merakyat, tidak berkontribusi dan bebas dari arus persaingan. Tentu ini adalah sosok ideal yang harusnya dicapai oleh setiap akademisi dan praktisi di Indonesia. Lalu bagaimana triknya agar Anda tidak terkenal dan tidak berfaedah bagi masyarakat?

Trik 1. Jangan pernah menulis

Ini adalah trik yang efektif. Jangan pernah membaca, belajar dan bereksperimen sehingga tidak ada kebutuhan Anda untuk menulis. Anda tidak perlu menulis blog. Membuat artikel untuk ditampilkan di media massa. Cukup simpan ilmu Anda di dalam pikiran. Terlalu mahal apa yang Anda ketahui untuk diakses orang lain.

Trik 2. Tidak perlu berbagai ilmu dengan menjadi narasumber

Ini cara lainnya. Batasi waktu Anda  berbagi pengetahuan melalui webinar, seminar, workshop apalagi di ruang kelas. Anda cukup sampaikan kepada siapapun yang ingin mengundang Anda, "  Maaf, rate card saya cukup mahal!". Lagi pula untuk apa menjadi narasumber, Toh, yang ada tampil selama ini pengetahuannya biasa-biasa saja, kemampuan mereka di bawah dengkul Anda. 

Trik 3. Tidak perlu ada di media sosial atau media massa

Kembali lagi, karena Anda anti kemapanan, maka saran terbaik jangan muncul dimana. Hindari muncul di media massa atau media sosial. Anda jangan pernah membagikan pengetahuan apapun di Instagram, facebook, youtube, tiktok. Jangan pernah menjadi narasumber peliputan di media massa menampun. Cukup simpan ilmu Anda itu baik-baik, agar tidak dicuri orang.

Trik 4. Tidak perlu berjejaring

Ini adalah hal yang dilakukan orang yang lemah. Ketika Anda orang yang sangat smart dan anti kemapanan, maka Anda tidak perlu orang lain. Malah sebaliknya orang lain yang butuh Anda. Jadi jangan berjaring. Jangan bergabung dalam komunitas. Ini yang dilakukan orang-orang lemah. Tinggallah di kamar Anda. :akukan pekerjaan Anda sehari-hari tanpa berusaha mendapatkan rekan baru.

Jika ini Anda lakukan, maka Anda akan berhasil tidak memasarkan diri dan menjadi sosok yang anti kemapanan. Sehingga Anda sukses menghilangkan jejak dan sosok Anda dibenak banyak orang dan berhasil menghapus nama Anda dalam catatan sejarah.

Rahasia Dibalik Sukses Memasarkan Kepakaran


Saya sering mendapatkan pertanyaan sederhana namun menohok. “Berapa lama saya bisa terkenal jika saya melakukan pemasaran diri?”

Ini pertanyaan sederhana namun kaya makna. Paling tidak saya menangkap mindset khas orang Indonesia, ingin semuanya diraih dengan mudah. Sementara mendapatkan capaian secara berkelanjutan memerlukan konsistensi.

Lalu, saya menjawab secara satire, “Ingin cepat terkenal? Buatlah tulisan kontroversial. Ciptakan konten heboh. Anda akan segera viral. Tapi jika Anda bertanya seberapa lama, tidak ada yang tahu”.

Itu adalah fakta. Anda bisa meledakkan popularitas Anda dengan melakukan sesuatu yang gila. Tapi saya pastikan itu tidak ada manfaatkan dalam membangun kepakaran.

Apa yang perlu Anda lakukan adalah melakukan kebiasaan secara konsisten, setiap hari, selama bertahun-tahun. Yakni membagikan pengetahuan Anda kepada masyarakat luas. Angkatlah masalah pelik yang menjadi momok bagi banyak orang, lalu sampaikan solusi berdasarkan keahlian Anda.  Entah Anda mau sampaikan dalam bentuk tulisan melalui blog atau website, berupa video melalui youtube  atau Instagram. Maka seluruh karya Anda tersebut secara otomatis akan memasarkan keahlian Anda.

Pasalnya rumus kepakaran adalah = pengetahuan + pengakuan. Walaupun pengetahuan Anda terbaik namun jika tidak ada yang mengakui dan menyadari maka belum layak disebut pakar. Di sisi lain, walaupun pengetahuan Anda terbatas, namun bagi banyak orang bermanfaat, maka Anda bisa saja dianggap pakar.

Jadi rahasia sederhana membangun kepakaranadalah dengan berbagilah secara konsisten. Lakukan setiap hari. Jadikan hal itu menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Bukan tidak mungkin dalam 3 atau 6 bulan seseorang akan menghubungi dan meminta Anda menjadi narasumber.

Pasarkan Diri dengan Taklukkan Meta AI atau Chat GPT

Tidak dapat dipungkiri, saat ini Meta AI dan chat GPT banyak dimanfaatkan sebagai sumber informasi. Namun tak banyak yang menyadari bahwa kedua aplikasi ini ternyata bisa Anda manfaatkan untuk “menjual diri “. Bagaimana triknya?

Beberapa waktu lalu saya mencoba melakukan pencarian iseng via Meta AI. Saya mengetik nama salah satu sahabat saya yang profilnya pernah saya tulis. Dan…saya menemukan ulasannya. Uniknya, referensinya adalah salah satu artikel di personal web saya dan rilis saya yang terbitkan di salah satu media online.

Berbekal pengalaman itu,  saya lalu mencoba melakukan eksperimen dengan mengulas profil sahabat saya lainnya. Triknya sama. Dan kembali berhasil. Saya lalu berteriak eureka!

Lalu apa yang sesungguhnya saya lakukan untuk  menaklukkan Meta AI dan Chat GPT, dalam memasarkan seseorang?

Pertama, membuat artikel dengan frame yang top minded. Misalnya dengan judul atau tagline yang bombastic, produsen terbesar, dosen terbaik, pelaku usaha teraneh dsb. Atau hal lain yang menarik. Lalu tampilkan di website pribadi Anda. Ini langkah awal yang akan efektif jika situs tersebut dalam kondisi terupdate dan contentnya cukup kaya.

Kedua, tampilkan juga ulasan  tersebut di sejumlah media massa mainstream. Ini akan mempermudah menaklukkan algoritma dari mesin mencari, termasuk juga Meta AI, atau chat GPT. mengingat media online pengunjung cukup lama dan sudah masuk sudah terating dalam posisi puncak di mesin pencarian. 

Ketiga, situs yang perlu Anda tembus untuk memenangkan Meta AI atau chat GPT adalah Wikipedia. Ini adalah eksklopedia online terbesar, dan menjadi salah satu referensi dari jutaan orang. Dengan memunculkan profil di situs ini akan memberikan efek dasyat terutama pada mesin pencari. Namun ingat, artike tersebut harus didukung dengan berbagai referensi dari buku, artikel di media online atau publikasi tertulis yang lainnya yang bersifat resmi seperti jurnal, materi symposium dsbnya. 

Dengan menampilkan pencapaian dan pemikiran melalui website, media massa secara berkala demikian juga di Wikipedia, maka lambat laun profil Anda akan akan tercatat di Meta Ai atau Chat GPT. Sehingga, saat seseorang mengetik pertanyaan perihal pakar terbaik, psikolog ternama, atau peneliti terkemuka, maka bukan  mustahil nama Anda yang muncul, lengkap dengan ulasannya.

Cara Gila Menulis Buku dan Ledakkan Personal Brand


Saya sering mengatakan bahwa setiap orang bisa menghasilkan puluhan buku dengan mudah. Caranya dengan menjadikan menulis sebagai kebiasaan. Kabar baiknya, ada trik yang menyenangkan dan efektif  untuk menuliskan menulis buku sekaligus meledakkan keahlian.

Rumus yang sering saya ajarkan adalah blog + buku + branding. Ini agar mudah mengingat. Penjelasannya adalah demikian.

Anda bisa mengawalinya dengan membangun kebiasaan menuliskan apa yang Anda ketahui ke dalam sebuah blog. Lakukan setiap hari. Cukup dengan mengangkat topik tertentu, atau menanyakan sebuah pertanyaan pada diri Anda, lalu tuliskan jawabannya. Jika dirasa sulit, Anda bisa merekam suara Anda lalu lakukan transkrip. Kemas menjadi artikel menarik. Setelah itu posting di blog.

Agar ada benang merah, Anda bisa menetapkan sebuah tema untuk blog Anda. Misalnya terkait keuangan, AI, kelapa sawit dsb. Tulislah secara random. Anda bebas memilih hal yang ingin Anda sharingkan via blog.

Artikel di blog Anda secara otomatis akan mulai menyebar di dunia maya dan memasarkan keahlian Anda. Sehingga orang membaca karya Anda akan terkoneksi dengan Anda, dan mendapatkan inspirasi.

Setelah artikel yang Anda tulis cukup banyak, setidaknya lebih dari 50 judul, Anda mulai dapat mengumpulkan menjadi naskah buku.  Susun terlebih dahulu outline. Kemudian tata artikel tersebut agar menjadi tulisan utuh dan memiliki benang merah. Jangan lupa lakukan editing. Selanjutnya terbitkan naskah tersebut melalui kerjasama dengan pihak penerbit. Atau, Anda bisa menjadikan ebook, lalu pasarkan memasarkan melalui blog Anda atau marketplace.

Dengan trik ini Anda bisa terbitkan 2 – 3 buku setiap tahun. Di sisi lain, dengan kebiasaan produktif ini , kepakaran Anda efektif  terpromosikan dengan baik pasca terbitnya buku Anda.

Saya harus katakan, cara ini belum banyak diketahui dan dilakukan. So, Anda bisa mencobanya sekarang juga.

Ayo, Berguru Personal Branding dari Nikita Mirzani

 
Barangkali salah satu sosok yang menurut saya sukses membangun personal brand dan menempel kuat di benak pikiran banyak orang adalah Nikita Mirzani. Saya tidak membahas terkait aspek lain, selain bagaimana sosok ini bisa mengisi dan melekat di benak jutaan orang Indonesia. Sementara ada ratusan ribu orang pintar yang tidak diingat bahkan tidak diketahui mayoritas masyarakat Indonesia.

Apa yang bisa kita pelajari dari sosok kontroversial ini?

Salah satu prinsip dasar dari personal branding jadilah berbeda. Anda harus memiliki sebuah kategori dalam pikiran banyak orang dan apa yang Anda lakukan menyentuh sisi emosional orang lain. Nikita Mirzani hadir sebagai sosok kontroversial, sering terlibat konflik. Ucapannya sering membuat orang yang menyaksikan dramanya. Menarik nafas panjang dan menjadikan pembicaraan. Namun uniknya meskipun, terkesan sebagai sosok antogonis, pada kesempatan lain ia menunjukkan sebagai pribadi yang murah hati, penolong orang lemah. 

Tentu hal yang bisa kita pelajari dari sosok sang nyai adalah, dalam mengembangkan personal brand kita harus mampu menampilkan diri secara berbeda di dalam benak banyak orang. Entah dengan menetapkan bidang kepakaran yang unik. Alih-alih memilih pakar pertanian, kenapa tidak menjadi seorang pakar komunikasi tanaman, atau pakar relasi alam bawah sadar. Ketika muncul dengan kepakaran yang unik, sudah akan menciptakan efek benturan kecil di benak banyak orang.

Ini diperkuat dengan cara menampilkan diri. Penampilan yang unik. Gaya bicara yang menghipnotis. Tidak datar. Mampu membangkitkan rasa kagum, marah, sedih, emosi. Ingat kehadiran tanpa efek afektif tidak layak masuk dalam benak penonton. Ini akan lebih kuat jika Anda mampu menyampaikan informasi yang bertentangan dengan common sense.

Lalu seperti halnya Nikita Mirzani, ledakkan brandnya tidak bersumber dari media mainstrem atau televisi, melainkan media sosial, terutama Instagram. Ia mengangkat isu, menyenggol seseorang yang dirasa mengganggunya, atau memberikan komentar hal yang lagi hot melalui media sosial pribadinya. Ia lemparkan fakta agak lain. Penontonnya kaget dan tidak percaya. Namun kemudian, terbukti benar! Terjadi benturan mental. Terciptalah drama yang menguras emosi penonton. Sehingga para audiens dengan senang hati menyebarkan videonya, membuat konten ulasan atau respon, sehingga profil sang nyai semakin viral.

Tentu hal yang sama bisa kita lakukan. Manfaatkan media sosial. Sampaikan informasi bertentangan. Ciptakan benturan mental. Suntikkan sedikit kontroversial namun berdasarkan fakta. Misalnya Anda bisa menyampaikan bahwa tanaman mampu merasakan kesedihan tuannya. Jelas ini hal aneh. Lalu ketika penonton Anda membuktikan kebenarannya, maka konten Anda menjadi viral dan persona Anda meledak.

Jadi, ingin memasarkan personal branding? Tidak ada salahnya berguru kepada Nikita Mirzani.

Pasarkan Diri Melalui Penulisan Opini di Media Massa

Konon kabarnya Menteri Sri Mulyani adalah penulis opini di kompas. Demikian Gus Dur juga adalah penulis tetap di majalah prisma yang berisikan artikel pemikiran yang bernas. Secara tidak langsung kebiasaan mereka berkontribusi pada penguatan brand mereka.

Jadi ingin meledakkan popularitas Anda sebagai pakar, maka Anda dapat menyampaikan pandangan atau pemikiran Anda melalui media nasional. Hanya saja tidak mudah. Perlu langkah-langkah yang cerdas.

Langkah awal, tentu Anda perlu menentukan tema yang sesuai dengan kebutuhan media. Untuk media nasional isu-isu nasional tentu yang menjadi perhatian. Sementara media lokal lebih fokus pada masalah-masalah terkait di wilayah tertentu. Lalu Anda bisa memilih masalah sesuai sebagai pokok bahasan, lalu Anda bisa memberikan opini sesuai bidang keahlian Anda.

Kedua, dalam menyusun tulisan opini, Anda harus mampu menyampaikan posisi Anda secara jelas. Lalu dukung dengan data dan berbagai teori pendukung serta argumen. Sajikan secara sistematis, lugas dan mudah dipahami. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu teknis.

Ketiga, coba kirimkan ke media terkemuka. Jika tidak diterima Anda bisa melakukan modifikasi lalukan kepada media level yang lebih rendah. Demikian seterusnya. Pentingnya Anda mengetahui ketentuan dan syarat pengiriman artikel opini, baik dari sisi jumlah karakter serta dokumen yang harus dilampirkan seperti profil penulis.

Umumnya ketika Anda sukses menerbitkan opini Anda di suatu media, akan lebih mudah bagi Anda untuk mempublish artikel berikutnya. Serta bukan tidak mungkin Anda didaulat menjadi narasumber yang akan semakin meledakkan popularitas Anda.  

 

Memperkenalkan Konsep Baru bagi Pembaca

Anda ingin menjadi pakar? Maka strategi yang bisa Anda jalankan adalah menciptakan konsep baru dan menyebarluaskannya melalui publikasi, salah satunya dengan menulis buku. Misalnya Anda ingin memperkenalkan konsep “Terapi Puisi”, maka Anda menuliskannya menjadi buku. Jika pembaca Anda tertarik dengan konsep ini sangat mungkin Anda dianggap sebagai pakar “Terapi Puisi”.

Namun apakah dengan menulis buku dan menerbitkannya maka dengan mudah Anda bisa mendapatkan pembaca? Tentu tidak. Apalagi jika Anda menawarkan sesuatu yang baru yang mungkin kebanyakan orang tidak lazim.

Jadi strateginya, sebaiknya Anda jangan menuliskan buku yang sifatnya teknis dan berisi informasi yang mendalam. Apalagi jika buku tersebut cukup tebal hingga lebih dari 200 lembar. Dipastikan akan sedikit orang yang mau membeli buku Anda. Karena calon pembaca Anda akan berpikir, untuk apa membayar mahal untuk sesuatu yang dianggap tidak biasa.

Lebih baik tuliskan buku yang sifatnya pengantar. Jika perlu diterbitkan dalam bentuk buku saku atau handbook. Artinya jika dipasarkan harganya tidak terlalu mahal dan mudah dipahami. Lalu gunakan judul yang menarik, misalnya “Rahasia Sehat Jiwa dengan Terapi Puisi” dan resume buku Anda di halaman belakang yang menimbulkan penasaran.

Dengan melihat judul buku itu maka calon pembaca Anda akan melirik. Lalu membaca penjelasan tentang isi buku ini di halaman belakang. Jika ia tertarik selanjutnya ia lihat label harga. Jika ternyata hanya Rp. 20.000,- atau cukup murah, maka ia tidak perlu mengeluarkan dompet untuk membeli buku melainkan mengambil uang dari sakunya.

Setelah buku mendapat penerimaan luas selanjutnya Anda dapat menuliskan buku panduan yang lebih teknis. Namun bagimana Anda bisa mengetahuinya? Caranya adalah dengan mencantumkan email, nomor yang bisa dihubungkan atau alamat jejaring social. Lalu lihat apakah ada orang yang menghubungi Anda. Jika ada maka itu adalah indikator jika karya Anda diterima.

Ada baiknya, selain menulis buku, Anda juga bisa menngkampanyekan konsep baru Anda melalui internet dengan menulis di blog atau website. Dan ini juga akan sangat membantu Anda ketika menerbitkan buku pertama Anda. Karena setidaknya sudah ada beberapa orang yang sudah mengenal sekilas tentang konsep yang Anda tawarkan.

Tiga Strategi Menjadi Pakar

“Saya ini lulusan Ilmu Marketing dan Statistika di Universitas ternama di Inggris, Pak. Saya yakin bahwa saya bisa memberikan saran terbaik baik buat Bapak”, ungkap seorang pengajar di sebuah sekolah tinggi Bisnis, ketika diwawancarai seorang Direktur R & D perusahaan yang ingin melakukan market research.

“CV Anda cukup meyakinkan, tapi kenapa saya tidak mengenal Anda sebelumnya?”, kata sang Direktur sambil mengarahkan pandangannya kearahnya.

Dari sepenggal cerita di atas menyiratkan apa yang disebut dengan kredibilitas. Anda tidak bisa meyakinkan orang bahwa Anda pakar semata-mata menunjukkan ijazah sebagai lulusan Universitas ternama, atau menceritakan bagaimana Anda sangat menguasai suatu bidang.

Kredibilitas adalah menyangkut soal pengakuan. Anda pakar karena banyak orang menganggap Anda demikian. Oleh sebab itu, untuk membangun kredibilitas membutuhkan strategi, dan tidak cukup menenteng kertas sertifikat yang Anda miliki.

Oleh sebab, agar Anda diakui sebagai pakar maka Anda harus menunjukkan pengetahuan pada banyak orang. Dan setidaknya ada 3 strategi efektif yang bisa Anda terapkan untuk membangun kredibilitas diri Anda.

Menulis Buku
Salah satu cara yang cukup terbukti membangun kredibilitas adalah menyebarkan pengetahuan dengan menulis buku. Jika naskah Anda sukses menembus penerbit, maka setidaknya akan ada 3000 orang yang berpotensi mengetahui pikiran Anda. Untuk sekali terbit, sebuah penerbit biasanya mencetak hingga 3000 sd 5000 exp.

Banyak pakar yang membuktikan dasyatnya efek buku bagi pengembangan karirnya. Tung DW, Hermawan Kertajaya, Safir Saiduk, Sri Mulyani adalah contoh orang-orang ternama yang sukses membangun kredibilitasnya melalui buku.

Jadi jika Anda merasa memiliki pengetahuan, putuskanlah segera untuk bagikanlah melalui buku. Sebaiknya tentukan tema yang ingin Anda tulis sesuai dengan label kepakaran yang ingin Anda lekatkan pada diri Anda.

Tulislah buku-buku dengan berbagai tingkat kedalaman penyajian. Buatkan buku-buku yang sederhana untuk pembaca yang lebih luas, karena buku seperti ini lebih mudah menarik minat penerbit. Jika Anda sudah mulai dikenal, maka Anda sudah bisa mencoba menulis buku yang lebih teknis.

Tulislah lebih dari 2 judul buku. Tentu semakin banyak buku yang Anda tulis semakin baik. Sebaiknya berupayalah menerbitkan buku Anda di penerbit ternama.

Memanfaatkan Internet

Sarana lain yang bisa Anda gunakan untuk menyebarkan pengetahuan adalah dengan memanfaatkan jaringan internet. Anda bisa memanfaatkan berbagai fasilitas seperti blog, youtube, milis dsb.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuat blog atau situs. Pilihlah judul situs atau alamat yang bisa mengambarkan keahlian Anda. Misalnya “ Situs parenting”, “ Blog Kesehatan Keluarga” www.konsultasikeuangan.com .

Lalu bagikanlah pengetahuan Anda berupa hal-hal yang ringan, praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Gunakan judul menarik yang bisa menarik pembaca. Seperti “ Membuat Anak Super Genius”, “ Rahasia Mendapatkan Kredit tanpa Agunan”.

Sebaiknya update situs Anda secara rutin. Semakin banyak tulisan Anda yang dipulish maka semakin besar kemungkinan situs Anda akan dilist di mesin pencari seperti google, yahoo, pada uratan pertama.

Tulisan-tulisan tersebut juga bisa Anda bagikan di milis, yang anggotanya memiliki kesamaan minat dengan Anda. Lakukan juga secara rutin.

Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan youtube, untuk membagikan pengetahuan Anda berupa video presentasi. Semakin banyak Anda berbagai pengetahuan melalui layanan ini semakin mungkin Anda dikenal tidak hanya pengetahuan Anda namun juga wajah Anda.

Sebaiknya jangan lupa menceritakan siapa Anda, personal contact di situs Anda ketika mengirimkan tulisan di milis atau video di youtube.

Memberikan Konsultasi Gratis

Cara lain yang cukup efektif membangun kredibilitas adalah memberikan bantuan pada orang lain secara gratis. Misalnya membuka ruang diskusi atau konsultasi, menawarkan bimbingan belajar secara online dsb, secara gratis.

Karena melalui cara inilah orang mengetahui betapa Anda benar-benar “bernas”, ketika apa yang Anda sarankan dan ajarkan ternyata terbukti berhasil. Dan biasanya orang yang merasa puas dengan sebuah layanan dengan sendirinya menjadi marketing alamiah bagi Anda. Mereka akan menceritakan kepada teman, Saudara kepada Anda.

Itu sebabnya mengapa Anda seorang dokter yang ramai pasiennya padahal ia tidak pernah beriklan dimanapun. Karena kemanjuran sang dokter informasi tentang dirinyapun beredar dari mulut ke mulut. “ Mbak, saya sembuh setelah ditangani Dokter Andre”, tutur seorang Ibu pada temannya.

Bagaimana Anda Mendapatkan Keuntungan
Jika Anda melakukan hal di atas secara konsisten maka secara perlahan Anda mulai dikenal. Pada saat Anda diakui sebagai pakar maka Anda mendapatkan keuntungan antara lain diundang sebagai narasumber, sebagai konsultan, mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah proyek atau perusahaan, dan kesempatan lainnya yang dapat mendatangkan penghasilan yang tidak lumayan.

Bandingkan seorang yang bekerja sebagai karyawan yang mengharapkan perusahaan memberikan kenaikan gaji atau jabatan dan setelah ia memutuskan untuk membangun kredibilitasnya ia pun memutar haluan menjadi pembicara dan konsultan. Penghasilannya menjadi beberapa kali lipat dari pendapatannya sebagai karyawan. Selain itu, bisa minum kopi bersama para direksi sejumlah perusahaan besar yang mustahil ia lakukan sebelumnya. Ia menjadi sosok yang ada dalam benak banyak orang.

Jadi jika saat ini Anda adalah seorang karyawan, dosen, atau pekerja lepas yang tidak dikenal, maka sudah saatnya Anda membangun kredibilitas anda untuk meraih kesuksesan diri Anda. Karena kesuksesan adalah hak Anda.

Menulis untuk Membangun Personal Branding

https://haimaster.wordpress.com/wp-content/uploads/2019/09/personal-branding-quotes.png

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kemampuan menulis menjadi modal penting untuk membangun personal brand. Sehingga saya harus menyarankan Anda untuk mengasah kemampuan Anda dalam hal menulis mulai saat ini.

Dengan memiliki kemampuan menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan maka Anda bisa dengan mudah menyebarkan pengetahuan Anda atau sesuatu yang lebih dari Anda . Jika secara lisan Anda hanya bisa menyampaikan sesuatu di benak Anda hanya kepada beberapa orang.

Namun untuk sebuah tulisan pada sebuah buku, majalah atau website ada ribuan orang yang bisa membacanya pada saat yang hampir bersamaan. Di sisi lain ada anggapan, jika Anda menulis buku tentang sesuatu bidang (non fiksi), maka Andalah ahlinya.

Oleh sebab jika anda ingin membangun personal brand Anda dan mengakselerasi karir Anda, rahasia dasar yang harus Anda ketahui ada latih kemampuan menulis Anda, publikasikan karya anda melalui buku, artikel dan website. Dan siapkan diri Anda menjadi pakar

Cara Lain Memasarkan Personal Brand

https://stimsukmamedan.ac.id/wp-content/uploads/2025/01/IL-by-40-Digital-Agency-1.jpg

Salah satu cara kreatif untuk menciptakan kredibilitas Anda dalam suatu bidang melalui penulisan buku adalah dengan menjadi penulis pendamping untuk buku dari seorang pakar. Misalnya Anda ingin dikenal sebagai pakar marketing internet, maka Anda bisa menulis buku bersama seorang pakar pemasaran online, dimana Anda sebagai penulis kedua.

Mungkin strategi ini juga dilakukan oleh Hermawan Kartajaya, yang saat ini dinobatkan sebagai salah satu dari “50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing” oleh Chartered Institute of Marketing, United Kingdom (CIM-UK).

Salah satu strategi yang ia lakukan untuk membangun personal brandnya sebagai pakar marketing terkemuka adalah menjadi co –writer Philip Kotler untuk bukunya yang berjudul "Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy". Dimana kereka melakukan analisis mengapa krisis terjadi pada tahun 1997 terjadi dan bagaimana pemerintah serta perusahaan mengatasi hal tersebut.

Bagaimana Anda bisa mewujudkan hal ini?

Tentu Anda tidak bisa mendadak diterima menjadi penulis pendamping dari seorang pakar jika Anda tidak dikenal baik. Oleh sebab itu ada baiknya Anda menjalin hubungan baik dengan berbagai pakar di bidang Anda, sehingga besar kemungkinan Anda bekerjasama dengan mereka di kemudian hari.

Kemudian bagaimana agar dia tertarik untuk menjadikan Anda sebagai rekan penulisnya? Caranya termudahnya adalah dengan menawarkan jasa penulisan. Biasanya para pakar adalah orang yang super sibuk , akan sangat sulit mereka menuliskan buku mereka. Maka sebaiknya Anda menawarkan diri untuk menuliskan bukunya dengan materi-matera yang dimiliki si pakar, apakah dalam bentuk powerpoint, handout, bahan audio.

Jika ia mengetahui jika Anda memang memiliki pengetahuan dalam bidangnya tentu ia tidak akan ragu menjadikan Anda patnernya.Setelah mendapatkan kesepakatan maka langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Menentukan tema dan outline.
2. Setelah si pakar setuju dengan tema dan outline yang Anda ajukan maka selanjutnya Anda menuliskannya dengan bahan- bahan dari sang pakar
3. Setelah menyelesaikan penulisan sebaiknya serahkan ke si pakar untuk memperbaiki dan perbaikan
4. Jika si pakar sepakat dengan naskah tersebut maka selanjutnya mengirimkan ke penerbit.

Namun adakalanya seorang pakar rela menuliskan buku kolaborasi tersebut namun akan berbagi bab dengan Anda. Mungkin bab-bab yang cukup rumit akan dituliskannya oleh si pakar dan yang bab lainnya Anda yang menuliskannya.

Cara Cerdik Memasarkan Diri sebagai Pakar


Anda ingin cepat menjadi pakar? Tentu selain dengan menyebarkan banyak pengetahuan terkait bidang tertentu, Anda juga harus membangun personal brand. Namun ada trik-trik yang perlu Anda perhatikan terkait memilih personal Brand.

Ocean Blue
Memang benar bahwa pakar tidak ditentukan oleh Anda, melainkan orang lain yang menilai Anda. Namun Anda ingin dilabeli pakar Anda, bisa Anda tentukan sejak awal.

Nah, sebelum saya menjelaskan lebih lanjut saya akan mengenalkan konsep Blue Ocean. Konsep dasar dari Blue Ocean Strategy adalah value innovation. Bagaimana kita mengalihkan diri dari persaingan di Red Ocean yang sangat kompetitive dan berdarah-darah, menuju pada Blue Ocean yang membuat kompetisi jadi tidak relevan lagi.

Persaingan yang tidak membuat kita ”kemrungsung”. Menganggap pesaing irrelevant. Jangan bersaing dengan pesaing anda, tapi buat strategi yang membuat Anda menjadi orang pertama pada bidang atau pasar tertentu.

Maka kita perlu menciptakan value innovation dari sudut pandang baru. Dan ini coba kita terapkan dalam pembentukan personal branding.

Misalnya saja Anda ingin menetapkan diri Anda sebagai pakar IT. Sekarang coba Anda perhatikan dengan seksama? Berapa banyak orang yang sudah membawa label itu? Siapa pesaing Anda? Sudah dipastikan banyak. Dan salah satu yang menjadi saingan Anda dalam dunia kepakaran di bidang ini adalah Ono Purbo.

Maka bersaing di bidang kepakaran IT ibarat menjadi red Ocean, karena anda harus bersaing dengan banyak orang yang ingin merebut segmentasi bidang ini.

Nah, bagaimana Anda coba melihat segmen yang belum tersentuh. Misalnya Marketing online, atau pakar “ Mucisian Online”. Barangkali untuk marketing online belum banyak dan sangat terbatas orang yang menyatakan dirinya sebagai mucisian online.

Demikian juga jika Anda ingin menjadi pakar dibidang marketing. Jika Anda memposisikan diri sebagai pakar periklanan, marketing strategi maka ini mejadi wilayah red ocean. Namun jika Anda memilih menjadi pakar Agriculter Marketing, Hynotis Marketing, tentu belum banyak orang yang memanggul label ini.

Seperti halnya Roy Suryo yang membawa label pakar telematika, seolah hanya dia pakarnya. Padahalnya bidang tersebut adalah bagian dari IT, namun ia secara segmentasi menjadikan kepakaran tersendiri.

Trik Membangun Personal Brand
Oleh sebab itu, setelah anda merasa menguasai suatu bidang tertentu. Tentunya didukung dengan keterampilan dan wawasan yang memadai, maka cara cepat menjadi pakar Anda menciptakan sebuah label kepakaran yang baru.

Setelah itu identifikasi siapa yang klasifikasi orang-orang yang akan menjadi target pengguna keahlian Anda. Solusi apa saja yang bisa Anda tawarkan dan bagaimana cara efektif mengkomunikasikannya.

Misalnya Anda memilih menjadi seorang pakar iklan online. Maka dengan keahlian Anda membuat iklan yang menjual via website, blogspot, milis. Dan Anda juga mampu membangun situs yang menjual sejak awalnya. Maka target pengguna pengetahuan dan keahlian Anda adalah mereka-mereka yang memiliki produk dan jasa yang ingin dipasarkan secara luas. Anda mengkomunikasikan keahlian Anda ini bisa melalui blog pribadi Anda, brosur, Anda sebutkan di biodata di buku Anda, email, kartu nama, dsb.

Selain itu tulislah sebuah buku. Karena ada pepatah jika Anda menulis sesuatu bidang maka Anda menjadi pakarnya. Oleh tulislah buku dengan tema-tema yang mana Anda ingin dikenal sebagai pakar. Namun buatlah sebuah buku yang mengakses banyak orang. Oleh sebab itu Anda juga harus memiliki keahlian menulis secara popular dan menarik sehingga karya Anda mendapatkan perhatian dari khalayak luas.