Rahasia Menulis Opini dan Tembus Media Massa


Untuk membuat tulisan opini maka Anda harus memiliki kemampuan membuat tulisan yang bersifat argumentasi, dimana Anda memiliki sebuah pandangan yang ingin Anda pertahankan. Apalagi jika Anda ingin menguggah pandangan yang tengah berkembang di tengah-tengah masyarakat. Misalkan Anda memiliki pandangan bahwa “Indonesia seharusnya menjadi negara superpower”, dan ini tentu bertolak belakang pada kenyataan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang morat marit. Maka ketika akan menuangkannya ke dalam tulisan maka anda akan berusaha menunjukkan bagaimana pandangan Anda itu benar.

Mengapa tulisan demikian akan lebih berbobot karena tulisan tersebut menunjukkan posisi Anda, cara pandangan Anda terhadap sebuah persoalan yang dihadapi manusia. Sekaligus menunjukkan bagaimana kemampuan Anda mengembangkan argumentasi berdasarkan fakta-fakta yang mungkin Anda ketahui dan tidak ketahui banyak orang. Serta menunjukkan kemampuan Anda melakukan analisa mendalam.

Buatkan tesis Anda

Langkah pertama tentunya dengan membuat tesis (pandangan )yang ingin Anda pertahannya dalam tulisan Anda. Pandangan ini biasanya akan Anda munculkan di pendahuluan tulisan Anda atau pada alinea awal.

Cara mudah untuk menentukan tesis atau pandangan adalah dengna terlebih dahulu mengajukan pertanyaan yang ingin dijawab. Tentunya adalah pertanyaan yang bersifat filsafat dan bukan pertanyaan yang sebetulnya dijawab oleh penelitian ilmiah. Misalnya “Apakah penerapan teknologi cloning bisa diterima secara moral?, merupakan pertanyaan filsafat dan bukannya “ Apakah cloning terhadap manusia mungkin dilakukan dengan menggunakan jaringan rambu? Karena pertanyaan ini lebih mungkin dijawab melalui sebuah proses penelitian.

Ada beberapa kriteri tesis yang baik:

Pertama ini bersifat spesifik dan menunjukkan posisi Anda. Pertanyannya adalah apakah aborsi bisa diterima secara moral Misalnya “Menurut pandangan saya bahwa dalam bentuk janin seseorang sudah memiliki hak untuk hidup sehingga aborsi adalah tindakan yang tidak bisa diterima secara moral. Disini jelas secara spesifik anda menujukkan ketidaktidaksetujuan dengan aborsi dan argumennya. Sedangkan contoh tesis yang kurang baik misalnya saja “ Saya akan mendiskusikan beberapa bentuk ketidaksetujuan terhadap relavisme moral” namun Anda tidak menujukkan apakah anda setuju atau tidak dengan relavisme moral.

Kedua, Tesis dan pandangan yang ini anda pertahannya sesuai dengan target tulisan yang ingin anda tulis. Jadi jika ingin membuat tulisan berupa artikel 10 lembar barangkali terlalu singkat jika tesis yang ingin yang ada pertahankan adalah “Kebenaran empirisme adalah sesuatu yang mustahil”. Karena untuk mempertahankan tesis ini anda barangkali harus membuat buku ratusan lembar. Akan lebih baik jika Anda memilih sebuah ulasan tentang “apakah etanasian secara sukarela dapat diterima secara moral?”.

Ketiga, tesis yang dipertahankan merupakan pandangan yang menimbulkan pro dan kontra Misalnya “ Membiarkan orang mati kelaparan adalah tindakan yang tidak bermoral” adalah sebuah tesis yang kurang menarik untuk diperbahas karena semua orang sepakat bahwa hal tersebut negative. Mungkin akan lebih menarik jika tesisnya berupa“ Mengorbankan sekelompok masyarkat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas merupakan tindakan yang tidak etis”.

Setelah jelas tesis Anda maka susunlah pandangan anda tersebut disertai dengan argument pendukungnya. Artinya anda harus menunjukkan alasan mengapa anda setujua dengan pendapat tersebut. Misalnya anda memiliki pandangan Aborsi adalah tindakan bermoral dengan argument karena pada janin adalah juga manusia yang memiliki hak untuk hidup.

Setelah Anda telah memiliki sebuah tesis dan sebuah argument yang mendukungnya mulailah menyusun tulisan Anda. Misalkan tesis Anda Aborsi adalah sebuah tindakan yang tidak bermoral. Maka yang perlu anda lakukan mempertahankan tesis Anda, dan argument anda perlu juga Anda perkuat. Jika argument anda adalah bahwa janin juga merupakan manusia yang telah memiliki hak. Maka inipun perlu anda dukung dengan berbagai data-data ilmiah tentang mengapa janin sudah dapat dikatakan sebagai manusia.

Demikian halnya dengan pandangan Anda bahwa hak hidup adalah sesuatu yang melekat pada kehidupan manusia. Maka anda juga perlu mendukung pandangan ini dengan berbagai kutipan, atau sebuah argument. Intinya ketika anda membeberkan tesis anda maka anda memiliki posisi yang kuat.

Mulai membangun tulisan
Untuk langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan brainstorming dan research. Brainstroming adalah anda mencoba memikirnak masalah yang Anda bahas dan benarkan Anda yakin dengan tesis Anda? Atau apa saja yang muncuk ketika anda coba memikirkan topic yang akan anda bahas. Setelah itu tuliskan hal tersebut.

Sedangkan research adalah bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau pandangan yang terkait dengan topic yang akan anda kembangkan. Anda bisa mengutip dari hasil-hasl penelitian atau dari pandangan-padangan yang bersifat filosofi, untuk mendukung dasar argument anda.

Setelah itu mulaiha membangun tulisan Anda, dimana tulisan filsafat terdiri dari 3 bagian yakni, pembukaan, badan dan penutup.

Bagian pembukaan merupakan pengantar terhadap topic yang akan Anda bahas. Tujuannya untuk memudahkan pembaca untuk memahami tulisan Anda selanjutnya. Adapun termasuk pada bagian ini tesis yang ingin Anda pertahankan. Serta menjelaskan mengapa permasalahan dan tesis Anda perlu untuk dibahas lebih lanjut

Saya coba mengulas tentang aborsi yang menjadi polemic akhir-akhir ini. Apakah aborsi boleh dilakukan dengan tujuan praktis atau tidak. Namun menyangkut persoalan tersebut ini saya berada pada kubu yang menolak legalitas aborsi. Karerna hal tersebut menyangkut penghormatan hak manusia yang belum mampu berkomunikasi kepada kita…

Sedangkan untuk bagian badan tulisan berisikah hal-hal antara lain (1) pandangan-pandangan anda, konsep maupun terhadap topic yang ingi diskusikan, (2) argument anda terkait dengan tesis yang ingin anda pertahankan (3) Kritik atau pandangan yang bertilak belakang dengan pandangan anda serta respon Anda terhadap hal tersebut.

PAda masimg-masing alinea sebaiknya hanya memunculkan sebuah ide atau sekumpulan ide yang berkaitan. Sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pandangan dan argument anda secara bertahap. Dimana setiap badan paragraph adalah sebuah langkah

Sedangkan pada bagian kesimpulan Anda menekankan kembali tesis dan argument anda namun jangan seperti mengcopy kata-kata Anda di bagian pendahuluan. Pada bagian ini Anda berusaha melakukan usaha terakhir untuk meyakinkan pembaca anda bahwa pendapat Anda cukup masuk akal untuk diterima karena memiliki landasan argument yang logis. Disamping itu andapun dapat menambahkan bagian ini dengan keterbatasan argument atau implikasi yang mungkin jika pandangan Anda diteruma secara luas.

Menulis Opini sebagai Strategi Memasarkan Diri

 

Tahukah Anda, menulis opini bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi sarana strategis membangun personal brand. Di era digital yang serba terbuka, opini yang dipublikasikan di media massa atau platform daring menjadi salah satu bentuk representasi diri yang paling kuat. Melalui tulisan, seseorang dapat dikenali dari cara berpikirnya, sudut pandangnya terhadap isu tertentu, hingga nilai-nilai yang ia perjuangkan.

Opini memiliki kekuatan karena sifatnya yang reflektif dan argumentatif. Berbeda dengan unggahan singkat di media sosial, opini dinilai sebagai bentuk komunikasi yang lebih mendalam dan terstruktur. Di mata pembaca, opini menunjukkan bahwa penulisnya mampu berpikir kritis, memahami konteks, dan menyampaikan gagasan secara meyakinkan. Inilah yang kemudian menjadi nilai jual dalam membentuk citra diri yaitu, opini menciptakan kesan kompeten, berpihak, dan konsisten dalam berpikir.

Hal lain mengapa menulis opini di media massa bisa menjadi ajang memasarkan diri secara efektif karena jangkauan pembacanya luas dan beragam. Media massa seperti Tempo memiliki segmentasi pembaca yang tidak hanya berasal dari kalangan umum, tetapi juga dari kalangan profesional, pengambil kebijakan, dan akademisi dengan jumlah kunjungan ribuah orang setiap hari.

Opini juga memiliki umur baca yang lebih panjang dibanding komentar singkat di media sosial. Tulisan yang berisi pemikiran matang kerap dibaca ulang, disimpan, atau bahkan dibagikan ulang oleh orang lain. Di sinilah kekuatan personal branding bekerja secara tidak langsung namun efektif. Nama penulis melekat dengan kualitas dan posisi pemikirannya. Semakin sering menulis, semakin konsisten karakter yang terbentuk di hadapan publik.

Banyak tokoh publik yang berhasil memasarkan diri melalui opini. Rocky Gerung, yang awalnya dikenal sebagai dosen filsafat, tetapi kemudian dikenal luas karena tulisan dan pemikirannya di media. Goenawan Mohamad, dengan esai-esai pendeknya yang konsisten di Catatan Pinggir, efektif membangun citra intelektual yang khas dan berpengaruh.

Namun tidak semua media memiliki dampak yang sama dalam proses pemasaran diri. Media yang memiliki kredibilitas tinggi, pembaca setia, dan jaringan distribusi luas tentu akan lebih efektif. Tulisan opini yang dimuat di media yang memiliki redaksi ketat biasanya memberi kesan bahwa tulisan tersebut lolos kurasi, dan ini menambah nilai pada citra penulis. Sebaliknya, tulisan di media yang terlalu terbuka tanpa penyuntingan justru bisa mengaburkan kualitas pesan yang ingin disampaikan.

Jadi jika Anda mendapatkan pengakuan secara luas sebagai sosok intelektual atau pakar maka jadilah seorang penulis opini.  Karya Anda akan bekerja secara halus membangun reputasi dan memasarkan diri Anda (AN).

Bagaimana Rahasia Agar Anda Tidak Bisa Menulis dan Dilupakan

 
Sesungguhnya setiap orang memiliki kemampuan menghasilkan setidaknya 5 karya tulis dalam bentuk buku sepanjang kehidupannya. Pasalnya Anda akan selalu memiliki sesuatu dalam diri Anda, bahkan jika Anda tidak berpendidikan sekalipun, yang layak dibagikan kepada orang lain. Hanya saja, panggilan membagikan pengetahuan sesuatu yang berbahaya bagi Anda, maka saya terpaksa mengajarkan rahasia agar Anda tidak bisa menulis buku sampai kapanpun.

Pertama, hindari menuangkan apa yang Anda rasakan, pikirkan dan alami ke dalam sebuah tulisan. Meskipun ini menjadi kegiatan yang menyenangkan, sebaiknya haramkan agar Anda tidak pernah  membuat karya.

Kedua, jangan pernah menganggap pengalaman atau keahlian sederhana Anda layak dijadikan tulisan. Akan ada ribuan orang yang membutuhkan pengetahuan Anda tentang cara membuat sebuah masakan, dan bahkan jutaan orang yang ingin mengetahui bagaimana Anda melewati hari-hari sulit pasca trauma. Tapi untuk terhindar dari penulisan karya, abaikan semua itu. Sugesti diri Anda itu tidak layak dituliskan.

Ketiga, jadilah fobia dengan blog. Walaupun aplikasi gratis untuk membagikan pemikiran dan pengetahuan, jangan pernah bersentuhan dengan www.blogger.com atau www.wordpress.com. Bayangkan ini adalah sesuatu yang menakutkan, sehingga Anda tidak pernah menuliskan apapun di aplikasi ini.

Keempat, jangan pernah membaca dan mengalami kehidupan banyak orang.  Membaca adalah kegiatan bagi orang yang ingin menulis, demikian mengamati orang-orang disekitar Anda. Jadi hindari hal itu, karena bisa menginspirasi Anda untuk menulis.

Jika Anda melakukan ini semua saya pastikan Anda sukses tidak menghasilkan karya dan tidak Anda akan raib dari ingatan banyak orang.