Dalam beberapa kesempatan kami selalu menyampaikan bahwa setiap orang bisa menulis paling tidak 100 buku sepanjang kehidupannya. Bagaimana mungkin? Kalaupun benar, apa manfaatnya?
Mari saya jelaskan dengan sederhana. Jika Anda seorang dosen
atau pembicara berapa kali dalam satu tahun Anda menyampaikan suatu materi atau
memberikan pengajaran. Tentu bisa lebih dari 100. Dalam 3 tahun saja mungkin Anda
ada di hadapan audiens sebanyak 300 kali.
Bayangkan jika setiap materi yang Anda ajarkan jadikan
sebuah buku. Tinggal menyulap bahan presentasi dan rekaman Anda menjadi naskah
buku, dengan tema sesuai judul materi yang Anda bagikan. Dari situ Anda bisa
menulis lebih dari 100 buku tentunya.
Begitu juga ketika Anda sebagai seorang praktisi. Tinggal
mengajukan suatu pertanyaan. Misalnya bagaimana cara menghadapi spam, atau cyber
crime. Atau bagaimana cara membuat masakan rendang yang mengoyang lidah. Lalu
tuliskan apa yang Anda ketahui terkait hal tersebut. Cara termudah Anda bisa
mengajukan pertanyaan , jawab secara lisan sembari direkam, kemudian transkrip, rapikan lalu jadikan sebuah naskah. Maka dengan Teknik demikian
akan banyak buku yang bisa Anda tulis dengan mudah. Menulis lebih dari 100 buku bukan hal yang mustahil tentunya.
Lalu apa manfaatnya? Bukankah menerbitkan buku mahal?
Saya akan menjawab pertanyaan terakhir. Menerbitkan buku
tidak mahal. Anda bisa memilih menjadikan naskah Anda ebook lalu menyebarkankan
secara cuma-cuma atau menjual melalui marketplace. Cara ini sedang trand saat
ini. Atau Anda bisa mengirimkan naskah Anda ke penerbit besar, jika menarik
besar berpeluang diterbitkan tanpa Anda perlu mengeluarkan dana.
Cara lainnya Anda bisa menerbitkan sendiri, dengan melibatkan sponsor. Bisa saja tema yang Anda bahas bisa menyisipkan iklan produk atau layanan dari perusahaan tertentu. Seperti halnya lazim pada penerbitan majalah. Anda cukup mengajukan proposal ke perusahaan yang relevan.
Lalu apa manfaatnya bagi Anda?
Buku yang Anda lepas ke publik akan memiliki daya ledak yang hebat untuk memasarkan diri Anda. Setiap orang
yang membaca dan mendapatkan manfaat dari karya anda akan melekatkan nama Anda dalam benaknya.
Sehingga suatu kali mereka membutuhkan narasumber, pakar atau perlu merekomendasikan
seseorang maka nama Anda yang kemudian disebut. Menulis buku masih merupakan
cara paling efektif membangun personal brand sebagai seorang pakar.
Jadi ada yang ingin mencoba menjadi penulis 100 buku?
No comments:
Post a Comment